InternasionalIran dan AS Capai Kesepakatan Awal Buka Kembali Selat Hormuz, Nasib Uranium...

Iran dan AS Capai Kesepakatan Awal Buka Kembali Selat Hormuz, Nasib Uranium Masih Dinegosiasikan

Amerika Serikat dan Iran dilaporkan pada prinsipnya telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka kembali Selat Hormuz, sebagai imbalan atas komitmen Teheran untuk memusnahkan uranium yang diperkaya tinggi.

Amerika Serikat dan Iran dilaporkan pada prinsipnya telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka kembali Selat Hormuz, sebagai imbalan atas komitmen Teheran untuk memusnahkan uranium yang diperkaya tinggi.

Informasi itu pertama kali dilaporkan New York Times berdasarkan keterangan seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya. Pejabat tersebut menegaskan bahwa kesepakatan itu belum ditandatangani dan masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden AS Donald Trump dan pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, proses yang dapat memakan waktu beberapa hari.

Sehari sebelumnya, Trump sendiri mengumumkan optimismenya lewat media sosial. Trump mengklaim pembukaan Selat Hormuz tercantum dalam Nota Kesepahaman antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang yang sebagian besar telah dinegosiasikan.

Namun, ia menambahkan bahwa hal tersebut masih bergantung pada finalisasi negosiasi AS dan Iran dengan berbagai negara lain. “Aspek dan detail akhir dari Nota Kesepakatan tersebut saat ini sedang dibahas, dan akan segera diumumkan,” ucap Trump.

Isi Kesepakatan Awal

Sebagai bagian dari kesepakatan terbaru itu, AS akan mencabut blokade terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) dan mitra-mitra Teluk akan berkoordinasi dalam memastikan jalur aman di Selat Hormuz.

Berbagai media di AS dan Iran melaporkan bahwa kerangka kesepakatan juga mencakup penghentian pertempuran, pencabutan blokade AS terhadap pengiriman Iran, serta normalisasi kembali lalu lintas energi global.

Selain itu, isu stok uranium Iran yang diperkaya mendekati level senjata nuklir akan dinegosiasikan dalam waktu 30 hingga 60 hari ke depan.

Laporan media AS CBS News menyebutkan bahwa pemerintah memandang kesepakatan yang muncul ini lebih kuat daripada kesepakatan nuklir tahun 2015 yang dicapai pada era mantan Presiden Barack Obama.

Isu Nuklir Masih Mengganjal

Meski ada kemajuan, sejumlah isu sensitif belum tuntas. Kesepakatan yang diusulkan tersebut tidak membahas soal pasokan rudal Iran maupun moratorium pengayaan uranium, dan masalah-masalah ini diharapkan akan ditangani dalam putaran pembicaraan selanjutnya.

Laporan Reuters mengutip sumber senior Iran yang menyebut Teheran belum menyetujui penyerahan stok uranium yang diperkaya. Sumber tersebut juga mengatakan isu nuklir belum masuk dalam bagian kesepakatan awal dengan Amerika Serikat.

Media Iran, Fars News, bahkan menyebut klaim Trump tentang pembukaan kembali selat tersebut “tidak benar” dan “tidak sesuai dengan kenyataan.”

Meskipun Iran telah setuju untuk mengizinkan jumlah kapal yang melintas kembali ke tingkat sebelum perang, hal itu tidak berarti pelayaran bebas seperti sebelum perang.

Bahkan Trump sendiri sempat meredam ekspektasi. Pada Senin (25/5), Trump menulis di media sosial Truth bahwa “kedua belah pihak harus meluangkan waktu dan melakukannya dengan benar,” setelah sehari sebelumnya menyebut nota kesepahaman sudah “sebagian besar dinegosiasikan.”

Wakil Presiden AS JD Vance, Utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, dan penasihat serta menantu Trump Jared Kushner disebut telah terlibat aktif dalam pembicaraan tersebut.

Selat Hormuz, sebelum konflik perang AS-Iran pecah, mengangkut seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair global. Penutupannya selama berbulan-bulan telah mengguncang pasar energi dunia.

Pemulihan penuh arus energi melalui Selat Hormuz diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu cepat, CEO Abu Dhabi National Oil Company menyebut normalisasi penuh kemungkinan baru tercapai pada 2027.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih mengenai kesepakatan awal tersebut, dan otoritas Iran juga belum memberikan tanggapan resmi.

Populer

Piala Dunia 2026
Temukan berita terbaru, jadwal pertandingan, hingga fakta menarik lainnya.
  • 3 Negara
  • 48 Peserta
  • 104 Pertandingan
  • 16 Kota Tuan Rumah

Jadwal Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2026: Dari Laga Pembuka Hingga Final

FIFA resmi mengumumkan jadwal lengkap pertandingan Piala Dunia 2026...

Portugal Umumkan Skuad 27+1 untuk Piala Dunia 2026, Ronaldo Cetak Rekor, Jota Jadi Simbol Abadi

Pelatih timnas Portugal, Roberto Martínez, secara resmi mengumumkan daftar...

Deretan Penyanyi dan Artis Dunia yang Tampil di Piala Dunia 2026

Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar pesta sepak bola....