Sedikitnya 10 siswi tewas dan puluhan lainnya terluka setelah kebakaran melanda asrama Utumishi Girls Academy di Kabupaten Nakuru, barat laut ibu kota Kenya Nairobi, dalam tragedi yang terjadi dini hari Kamis ini.
Komandan Polisi Regional Rift Valley Samuel Ndanyi mengonfirmasi bahwa kobaran api mulai melalap asrama putri tersebut sekitar pukul 01.00 waktu setempat.
Menurut Kenya Red Cross, insiden ini baru dilaporkan pada pukul 03.30 dini hari meski kebakaran sudah berlangsung sejak pukul 01.00 waktu setempat, menunjukkan keterlambatan respons yang mungkin memperparah jumlah korban.
Sementara beberapa media Kenya awalnya melaporkan 10 siswi tewas, stasiun televisi Citizen TV menyebut angka korban jiwa telah mencapai 16 orang dengan 74 lainnya dirawat di rumah sakit, meski angka ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh kepolisian pada saat berita ini diturunkan.
Suasana mencekam langsung menyelimuti area sekitar sekolah begitu kabar kebakaran menyebar.
Pejabat kepolisian setempat Masoud Mwinyi menghadapi langsung para orang tua yang sangat berduka di luar gerbang sekolah. “Ini adalah situasi yang menyedihkan dan memilukan,” ucapnya kepada para orang tua yang menangis, sebagaimana dilaporkan stasiun televisi Citizen TV.
Tim pemadam kebakaran dan petugas polisi langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api sekaligus mengevakuasi siswi-siswi lain yang masih berada di kompleks asrama.
Petugas, ambulans, dan personel pendukung Kenya Red Cross juga dikerahkan ke lokasi kejadian, namun juru bicara mereka menolak memberikan angka korban resmi kepada AFP.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Penyelidikan masih berlangsung.
Kebakaran sekolah tergolong sering terjadi di sekolah asrama Kenya. Sebagian disebabkan oleh pembakaran yang disengaja, sementara lainnya dipicu oleh korsleting listrik atau kondisi bangunan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Sejarah Kelam: Kenya dan Tragedi Kebakaran Sekolah
Tragedi Utumishi bukan yang pertama mengguncang Kenya. Sejarah negeri ini telah diwarnai sejumlah kebakaran sekolah yang merenggut banyak nyawa.
Kebakaran sekolah paling mematikan dalam sejarah Kenya modern terjadi pada 2001, ketika 67 siswa tewas dalam kebakaran asrama di Kabupaten Machakos. Pada 2017, 10 siswa meninggal dalam kebakaran sekolah di ibu kota Nairobi.
Dua tahun lalu, pada September 2024, sebanyak 18 siswa laki-laki tewas terbakar saat tidur dalam kebakaran asrama Hillside Endarasha Primary School di Kabupaten Nyeri. Pemerintah saat itu mengakui bahwa asrama dalam kondisi kelebihan kapasitas, melanggar standar keamanan yang berlaku. Presiden William Ruto menetapkan tiga hari berkabung nasional dan memerintahkan investigasi menyeluruh.
Tragedi demi tragedi yang terus berulang memunculkan pertanyaan mendasar: mengapa standar keamanan kebakaran di sekolah asrama Kenya masih belum diperbaiki secara serius?
Banyak siswa tinggal di asrama karena orang tua mereka percaya lingkungan asrama memberi lebih banyak waktu belajar. Namun kondisi overcrowded dan infrastruktur yang buruk kerap menjadi faktor yang memperparah risiko kebakaran.
Investigasi atas kebakaran Utumishi Girls Academy masih terus berjalan. Jumlah korban dikhawatirkan masih akan terus bertambah seiring tim penyelamat menyisir seluruh area asrama.
