Harga Bitcoin (BTC) kembali merosot tajam pada Jumat (5 Juni 2026), sempat menyentuh level di bawah $60.000 untuk pertama kalinya sejak sebelum pemilu AS 2024.
Penurunan ini menjadi salah satu drawdown terdalam dalam beberapa tahun terakhir, dengan Bitcoin kehilangan lebih dari 50% dari rekor tertingginya di atas $126.000 pada Oktober 2025.
Menurut data pasar, Bitcoin sempat jatuh hingga $59.101–$59.959 sebelum sedikit pulih ke kisaran $60.800–$62.000 pada awal Sabtu. Penurunan ini memicu likuidasi massal mencapai $1,7 miliar hingga $2 miliar dalam 24 jam, sebagian besar dari posisi long.
Penyebab Utama Penurunan
Beberapa faktor makro dan internal pasar menjadi pemicu utama:
- Data Ekonomi AS yang Kuat: Laporan ketenagakerjaan Mei menunjukkan penambahan 172.000 lapangan kerja, jauh di atas ekspektasi. Hal ini meredupkan harapan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve, memperkuat dolar AS, dan mendorong yield obligasi naik.
- Outflow ETF Bitcoin: Spot Bitcoin ETF AS mengalami outflow besar-besaran, mencapai miliaran dolar sejak pertengahan Mei. Ini mencerminkan pembalikan sentimen institusional.
- Penjualan MicroStrategy: Perusahaan Michael Saylor dilaporkan menjual Bitcoin untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun (32 BTC), yang memecah narasi “HODL” dan menambah tekanan jual.
- Geopolitik dan Rotasi Modal: Ketegangan AS-Iran serta rotasi dana ke saham AI dan aset safe haven lainnya turut memperburuk sentimen risk-off di pasar.
Altcoin mengalami nasib yang lebih buruk. Ethereum turun hingga 69%, Solana 79%, dan beberapa token meme kehilangan hingga 89–99% dari puncaknya.
Reaksi Pasar dan Analis
Michael Saylor dari MicroStrategy (sekarang Strategy) tetap optimis. Ia menyebut $60.000 sebagai level bottom dan melihat penurunan ini sebagai “capital rotation” menuju AI, sambil meyakini Bitcoin akan segera rebound.
Di sisi lain, trader di platform prediksi seperti Kalshi dan Polymarket memberikan probabilitas tinggi (sekitar 80%) bahwa Bitcoin akan jatuh di bawah $60.000 sepanjang 2026, bahkan ada yang memprediksi hingga $50.000 atau lebih rendah.
RSI harian Bitcoin dan Ethereum berada di level oversold terendah sepanjang sejarah, yang bagi sebagian analis menjadi sinyal potensi rebound jangka pendek. Namun, support kunci berikutnya berada di kisaran $55.000–$57.000.
Meski Presiden Trump menerapkan kebijakan pro-kripto termasuk rencana cadangan Bitcoin nasional, pasar kripto tetap sangat sensitif terhadap kondisi makro global. Banyak investor melihat momen ini sebagai “generational buying opportunity”, sementara yang lain memperingatkan masuknya “crypto winter” yang lebih dalam.
Pantau terus perkembangan pasar yang sangat volatil ini. Harga Bitcoin bisa berubah cepat mengingat likuiditas yang tipis dan pengaruh leverage yang tinggi.

