BisnisBrand Lokal Mulai Tinggalkan Marketplace Imbas Kenaikan Biaya

Brand Lokal Mulai Tinggalkan Marketplace Imbas Kenaikan Biaya

Shopee memberlakukan penyesuaian tarif program Gratis Ongkir XTRA mulai 2 Mei 2026, sementara Tokopedia dan TikTok Shop mulai mengenakan biaya layanan logistik baru per 1 Mei 2026 yang dihitung dari persentase ongkos kirim.

Sejumlah brand lokal Indonesia mulai meninggalkan platform e-commerce menyusul kenaikan biaya layanan yang diberlakukan secara bersamaan oleh Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop pada Mei 2026.

Nama-nama yang terpantau mengambil langkah ini antara lain brand kosmetik True to Skin, Raecca, Noera Beauty Care, dan Iumi, serta seller jam tangan Watch Story. Mereka kompak mengumumkan peralihan ke website resmi masing-masing sebagai kanal penjualan utama.

“Belakangan ini, kami juga mendapat kabar kalau TikTok akan menaikkan fees lagi — dan kali ini cukup signifikan dan sangat memberatkan seller, terutama di biaya layanan dan logistik,” kata pihak True to Skin. Brand skincare lokal itu kini melayani pembelian langsung melalui situs resminya di www.truetoskin.com dengan harga spesial dan gratis ongkir.

Raecca mengumumkan hal serupa lewat akun Instagram resminya pada 7 Mei 2026. “Mulai hari ini, kamu bisa belanja dengan tenang, dan dapetin best deals di Official Website Raecca! More deals, free ongkir, dan masih banyak yang bisa kamu dapatkan dengan berbelanja di website Raecca,” tulis brand kosmetik tersebut.

Noera Beauty Care memilih jalur berbeda: menaikkan harga produk di marketplace, sembari mengarahkan pelanggan setia untuk berbelanja langsung lewat WhatsApp atau website resmi guna mendapatkan harga khusus. Brand ini juga menyebut kenaikan biaya bahan baku akibat kondisi ekonomi global sebagai faktor yang memperparah situasi.

Fenomena ini tidak terbatas pada industri kecantikan. Seller jam tangan dengan nama akun Watch Story juga dilaporkan mengambil langkah serupa, mengarahkan pembeli ke kanal penjualan mandiri.

Kenaikan biaya merupakan akumulasi dari berbagai komponen. Shopee memberlakukan penyesuaian tarif program Gratis Ongkir XTRA mulai 2 Mei 2026, sementara Tokopedia dan TikTok Shop mulai mengenakan biaya layanan logistik baru per 1 Mei 2026 yang dihitung dari persentase ongkos kirim. Jika dijumlahkan dengan termasuk komisi platform, biaya pemrosesan, biaya logistik, dan biaya iklan, total potongan bisa mencapai 10 hingga 20 persen dari harga jual.

Di media sosial, gerakan “Tinggalkan Shopee dan Tokopedia” sempat viral di Threads dengan ratusan komentar. Di X, sejumlah seller mengumumkan penonaktifan toko mereka secara terbuka.

Merespons tren ini, Kementerian Perdagangan menyatakan pihaknya mendorong pelaku usaha untuk mengadopsi strategi multichannel atau omnichannel. “Kementerian Perdagangan mendorong pelaku usaha untuk mengadopsi strategi multichannel atau omnichannel dengan mengintegrasikan berbagai kanal penjualan secara optimal,” kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan, Rabu (6/5).

Pemerintah juga dikabarkan tengah menyusun revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 yang salah satunya akan mengatur biaya platform termasuk potongan khusus bagi usaha mikro dan kecil. Namun hingga awal Mei 2026, regulasi tersebut belum juga terbit.

Meski gelombang eksodus ini ramai diperbincangkan, marketplace masih mendominasi pasar. Shopee tercatat menguasai sekitar 53 persen pangsa pasar GMV e-commerce Indonesia pada 2025. Para brand yang memilih pergi pun umumnya tidak menutup toko sepenuhnya, melainkan membangun kanal penjualan mandiri secara paralel untuk mengurangi ketergantungan pada platform.

Populer