NasionalSony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Ancam Bongkar Tokoh Besar Eksekutif dan...

Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Ancam Bongkar Tokoh Besar Eksekutif dan Legislatif

Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut, menyatakan kesiapannya untuk menjadi justice collaborator (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum.

Kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki babak baru yang mengejutkan.

Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut, menyatakan kesiapannya untuk menjadi justice collaborator (JC) atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum.

Tekad Sudah Dituangkan dalam BAP

Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, mengonfirmasi pengajuan tersebut sudah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kepada penyidik.

“Betul, ya semalam, semalam sudah dituangkan dalam BAP, ya kan, bahwa Pak Sony akan menjadi justice collaborator. Memang beliau sampaikan sendiri kepada penyidik,” ujar Krisna saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).

Krisna juga akan bersurat kepada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) terkait permohonan kliennya tersebut, dengan rencana surat permohonan dilayangkan pada Senin, 8 Juni 2026.

Bantah Jadi Otak Korupsi, Klaim Ditekan Pihak Lain

Krisna mengatakan keputusan Sony menjadi justice collaborator dilakukan untuk membuka kasus ini secara terang benderang, sekaligus membantah bahwa Sony adalah otak dari praktik jual beli titik SPPG untuk program MBG.

Krisna juga menjelaskan alasan kliennya mengambil langkah ini adalah karena merasa ditekan dalam pengaturan jual beli program dapur MBG. Pernyataan lebih lanjut akan disampaikan oleh Sony langsung dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Siap Bongkar Tokoh dari Eksekutif dan Legislatif

Pernyataan paling menggemparkan datang soal siapa saja pihak yang akan dibuka oleh Sony. Pengacara Sony menyatakan kliennya akan membuka nama tokoh-tokoh besar yang diduga terlibat dari kalangan eksekutif dan legislatif.

“Menurut klien saya yang jelas melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif. Klien saya siap buka semuanya,” ucap Krisna. Hingga kini, identitas tokoh-tokoh yang dimaksud belum diungkap secara terbuka.

Latar Belakang Kasus

Sebagai pengingat, Sony Sonjaya merupakan pensiunan polisi reserse dengan pangkat terakhir jenderal bintang dua yang menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi. Ia ditetapkan tersangka bersama eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan eks Waka BGN Lodewyk Pusung oleh Kejagung pada Rabu, 3 Juni 2026.

Dalam perkara ini, Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan bahwa program MBG seharusnya dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima. Namun dalam pelaksanaannya, banyak SPPG yang ditunjuk karena memiliki afiliasi dengan petinggi BGN, padahal yayasan-yayasan tersebut tidak memenuhi syarat untuk menjadi mitra SPPG. Yayasan-yayasan itu mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari.

Selain soal yayasan, pengadaan yang diduga bermasalah meliputi 21.801 unit motor listrik senilai Rp1 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, dan 5.400 unit televisi 75 inci yang diduga terjadi mark up harga.

Langkah Sony mengajukan diri sebagai justice collaborator berpotensi menjadi titik balik penting dalam pengusutan kasus ini dan publik kini menunggu siapa nama-nama besar yang akan terseret ke permukaan.

Populer