NasionalPrabowo Dihadapan DPR: "Rakyat Tak Bermimpi Kaya Raya", Picu Kritik di Media...

Prabowo Dihadapan DPR: “Rakyat Tak Bermimpi Kaya Raya”, Picu Kritik di Media Sosial

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut rakyat Indonesia “tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya” menuai kritik luas di media sosial. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa rakyat Indonesia lebih bermimpi untuk hidup layak dan sejahtera. “Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya, tapi mereka bermimpi untuk bisa hidup dengan layak, dengan baik,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan mimpi sederhana masyarakat meliputi makan yang cukup setiap hari, susu untuk anak-anak, obat-obatan saat sakit, rumah yang layak, pendidikan, serta pekerjaan dengan penghasilan yang memadai. Pernyataan ini dikaitkan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Reaksi Netizen

Klip pidato berdurasi pendek yang beredar cepat di platform X (Twitter) memicu berbagai reaksi. Banyak netizen merasa pernyataan tersebut tone-deaf atau kurang peka terhadap aspirasi masyarakat.

Salah satu komentar yang viral berbunyi: “Saya rakyat, saya bermimpi kaya raya, wo 😭”. Netizen lain menyoroti ironi kekayaan Prabowo yang dilaporkan mencapai Rp2 triliun, dengan komentar seperti “Said by a president who has 2 Trillion net worth. Talking about fucking irony.”

Beberapa kritik juga menyinggung kondisi ekonomi masyarakat saat ini, seperti biaya hidup yang tinggi, akses kesehatan, dan peluang ekonomi yang belum merata.

Konteks Pidato

Meski menuai kritik, pidato Prabowo juga memuat target pemerintah untuk RAPBN 2027, antara lain:

  • Pertumbuhan ekonomi 5,8% hingga 6,5%
  • Penurunan angka kemiskinan
  • Peningkatan kesejahteraan dasar masyarakat

Pernyataan Prabowo dimaksudkan untuk menekankan prioritas pemenuhan kebutuhan dasar rakyat sesuai konstitusi, bukan melarang mimpi kemakmuran. Namun, penyampaian dan klip yang viral membuat pesan tersebut menuai kontroversi.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah belum memberikan respons resmi terhadap kritik yang beredar. Topik ini terus menjadi trending di media sosial Indonesia pada Rabu malam.

Populer