NasionalPrabowo Resmikan Enam Jet Tempur Rafale dan Alutsista Canggih untuk TNI AU...

Prabowo Resmikan Enam Jet Tempur Rafale dan Alutsista Canggih untuk TNI AU di Halim

Pembelian jet tempur Rafale merupakan salah satu dari lima kerja sama baru di bidang pertahanan yang disepakati antara Indonesia dan Prancis. Nilai kontrak tersebut mencapai sekitar US$ 6,5 miliar atau setara Rp 93 triliun untuk total 42 unit Rafale.

Presiden Prabowo Subianto secara simbolis menyerahkan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) baru kepada TNI Angkatan Udara di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin pagi.

Alutsista yang diserahkan mencakup enam pesawat tempur MRCA Rafale yang dilengkapi sistem persenjataan modern seperti rudal Meteor dan smart weapon Hammer dan empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat angkut militer Airbus A400M, serta dua Radar GCI GM403 (Ground-Controlled Interception).

Prosesi berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Presiden Prabowo menandai penyerahan dengan melepas tirai Merah Putih pada pesawat Rafale yang menampilkan logo Skadron 12, diikuti prosesi penyiraman air kembang di bagian depan pesawat. Selanjutnya, kepala negara menyerahkan secara simbolis kunci masing-masing alutsista kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang kemudian diteruskan kepada Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Tonny Harjono.

Seusai prosesi, Presiden Prabowo didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin serta jajaran terkait meninjau satu per satu kokpit MRCA Rafale, Falcon 8X, dan alutsista lainnya di lokasi.

Lompatan Besar Pertahanan Udara

Pesawat tempur Rafale membawa lompatan besar dalam kemampuan pertempuran udara-ke-udara maupun udara-ke-darat. Kehadiran rudal jarak jauh Meteor dan munisi presisi Hammer turut memperkuat efek gentar serta daya tangkal pertahanan nasional.

Falcon 8X buatan Dassault Aviation memberikan dukungan penting bagi mobilitas strategis, misi komando, hingga operasi pengawasan. Sementara A400M menjadi tulang punggung kemampuan angkut strategis dan pengisian bahan bakar di udara, sehingga mendukung operasi udara jarak jauh dengan jangkauan serta durasi yang lebih optimal.

Adapun Radar GCI berperan sebagai sistem deteksi dini terhadap ancaman udara, sekaligus membantu mengarahkan pesawat tempur untuk menghadapi target yang melanggar kedaulatan wilayah udara nasional.

Pengiriman Bertahap dari Kontrak Triliunan Rupiah

Pembelian jet tempur Rafale merupakan salah satu dari lima kerja sama baru di bidang pertahanan yang disepakati antara Indonesia dan Prancis. Nilai kontrak tersebut mencapai sekitar US$ 6,5 miliar atau setara Rp 93 triliun untuk total 42 unit Rafale.

Tiga unit pertama Rafale telah tiba di Indonesia pada 23 Januari 2026 dan ditempatkan di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau. Keenam unit yang kini diresmikan merupakan gelombang pengiriman lanjutan, dengan sisa armada dijadwalkan diterima secara bertahap hingga 2029.

Pengadaan ini merupakan bagian dari program modernisasi alutsista nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan, dan kehadiran alutsista multiplatform ini dinilai semakin memperkokoh postur pertahanan udara nasional yang berdaya tangkal tinggi.

Di kawasan Asia, Indonesia kini menjadi pengguna keempat jet tempur Rafale setelah India, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Populer