Internasional24 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci, Penyakit Jantung Jadi Penyebab...

24 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci, Penyakit Jantung Jadi Penyebab Utama

Kemenhaj mencatat puluhan jemaah masih dirawat di RS Arab Saudi. Puncak ibadah Armuzna semakin dekat, jemaah diminta jaga kondisi fisik di tengah suhu ekstrem 38–42°C.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi terus bertambah. Hingga 11 Mei 2026, total 24 jemaah telah meninggal dunia di Tanah Suci, sementara puluhan lainnya masih menjalani perawatan medis intensif.

Penyebab kematian didominasi oleh penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan. Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, menyebutkan penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan radang paru-paru sebagai faktor utama yang merenggut nyawa para jemaah.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.” — Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha

Kronologi Perkembangan Angka Wafat

TanggalJumlah WafatKeterangan
2 Mei 20267 orangMayoritas di Madinah
5 Mei 202610 orangTermasuk jemaah asal Bogor
8 Mei 202620 orang4 wafat dalam satu hari
9 Mei 202623 orang3 jemaah dari Jateng, Jatim, Sulsel
11 Mei 202624 orangData terakhir Kemenhaj

Kondisi cuaca di Arab Saudi menjadi salah satu faktor pemberat bagi jemaah, khususnya yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit. Suhu di Makkah dan Madinah dilaporkan mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius, membuat risiko heat stroke dan komplikasi penyakit kronis meningkat signifikan.

Dari sisi layanan kesehatan, Kemenhaj mencatat 170 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 352 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi, dan sebanyak 67 jemaah masih menjalani perawatan hingga laporan terakhir.

Situasi ini mendapat perhatian khusus mengingat puncak rangkaian ibadah haji — yakni Armuzna yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina — akan segera dimulai. Fase tersebut dikenal sebagai yang paling menguras kondisi fisik para jemaah.

Imbauan Kemenhaj kepada Jemaah

  • Atur aktivitas ibadah sesuai kemampuan fisik
  • Perbanyak minum air putih, minimal 200 ml per jam
  • Gunakan pelindung diri: payung, masker, dan krim tabir surya
  • Segera melapor ke petugas kesehatan jika ada gangguan
  • Pantau kondisi kesehatan sebelum semakin memburuk

Kemenhaj memastikan seluruh hak jemaah yang wafat terpenuhi sesuai prosedur, termasuk pelaksanaan badal haji bagi yang belum menuntaskan rangkaian ibadahnya. Pemerintah juga terus memperkuat layanan transportasi, konsumsi, dan pendampingan petugas di seluruh titik layanan.

Populer