Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping hari ini menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dua hari di Ibu Kota China, Beijing. Pertemuan ini bertujuan untuk menstabilkan gencatan senjata perdagangan di tengah bayang-bayang konflik AS dengan Iran yang kian memanas. Seluruh dunia menahan nafas menunggu hasilnya.
Pertemuan resmi digelar di Great Hall of the People pada Kamis (14/5) pukul 10.00 waktu setempat. Selain agenda bilateral, Trump juga dijadwalkan mengunjungi Temple of Heaven, situs warisan dunia. Kedua pemimpin negara itu akan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan, sebelum melanjutkan agenda minum teh dan makan siang pada Jumat (15/5).
1. 🤝 Perdagangan: Memperpanjang Gencatan Senjata Dagang
Fokus utama diskusi adalah memperpanjang gencatan senjata perdagangan yang dicapai musim gugur lalu. Kedua pemimpin juga diharapkan membahas pembentukan U.S.-China Board of Trade dan U.S.-China Board of Investment untuk mengelola pertukaran barang nonsensitif.
Hubungan Beijing-Washington masih dibayangi perang dagang sengit, dengan bea masuk AS atas banyak barang China sempat mencapai angka sangat tinggi, yakni 145 persen. Eskalasi balasan tarif itu mereda setelah Trump dan Xi menyepakati penghentian sementara perang dagang selama satu tahun pada Oktober 2025.
Di sektor pertanian, ada pula potensi perpanjangan komitmen China untuk membeli kedelai AS dengan target 25 juta ton per tahun, serta pembahasan kesepakatan di sektor kedirgantaraan dan energi.
2. ✈️ Boeing: Incaran Pesanan 600 Pesawat
Salah satu agenda bisnis paling ambisius adalah pengamanan pesanan pesawat Boeing dari China. CEO Boeing Kelly Ortberg turut bergabung dalam delegasi kepresidenan AS, dengan harapan mengamankan paket pesanan hingga 600 unit pesawat — terdiri dari 500 unit Boeing 737 MAX dan sekitar 100 pesawat berbadan lebar — yang akan didistribusikan ke maskapai besar China seperti China Southern Airlines, Air China, dan Hainan Airlines.
3. 🔋 Tanah Jarang & Teknologi AI
China sebelumnya menghentikan ekspor beberapa jenis tanah jarang dan memberlakukan larangan semikonduktor dari Nexperia China, yang memicu gangguan rantai pasok global — dampaknya dirasakan industri otomotif di Jerman, Jepang, hingga Korea Selatan. Status kontrol ekspor mineral tanah jarang ini menjadi salah satu poin perundingan utama.
Perpanjangan kesepakatan logam tanah jarang dan kecerdasan buatan turut masuk dalam daftar isu yang dibahas kedua pemimpin. CEO Nvidia Jensen Huang bahkan ikut serta dalam rombongan Trump untuk membahas akses pasar chip AI yang sempat terhenti.
4. ☢️ Iran: Tekanan Trump Kepada Xi
Trump sebelum meninggalkan Gedung Putih mengatakan dirinya memperkirakan akan melakukan “pembicaraan panjang” dengan Xi terkait perang gabungan AS-Israel melawan Iran.
China adalah pembeli utama minyak Iran serta menjalin kemitraan strategis dengan Iran sejak 2021. Presiden Trump diperkirakan memberikan tekanan kepada China terkait Iran di beberapa bidang, seperti penjualan minyak dan pembelian barang-barang dwifungsi militer-sipil oleh Teheran.
Jika Trump dan Xi berhasil mencapai kesepakatan terkait pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz, hal itu dinilai dapat membantu meredakan tekanan krisis energi global.
5. 🗺️ Taiwan: Isu Paling Sensitif
Beijing dilaporkan mendesak pemerintahan Trump agar mengurangi komitmen keamanan AS terhadap Taiwan dan merevisi kebijakan resmi Washington terkait pulau tersebut. Diplomat senior China Wang Yi sebelumnya menyebut Taiwan sebagai titik risiko terbesar dalam hubungan bilateral China-AS.
Apa yang Diharapkan Dunia?
“Hampir setiap orang memiliki kepentingan dalam hasil pertemuan ini,” kata Chad Bown dari Peterson Institute for International Economics. Para pemimpin dunia disebut akan memantau ketat hasil pembicaraan tersebut karena dinilai dapat menentukan arah ekonomi global dalam jangka panjang.
Para ahli memperkirakan hasil KTT ini akan terbatas pada kemenangan kecil bagi kedua belah pihak. Bagi China, pertemuan ini memperkuat reputasi mereka sebagai kekuatan besar dunia. Bagi Trump, ini kesempatan untuk menunjukkan kepemimpinan di panggung global saat menghadapi tantangan ekonomi yang berat.
KTT ini dijadwalkan berlanjut pada Jumat (15/5) sebelum Trump bertolak kembali ke Washington. Dunia menunggu apakah dua kekuatan terbesar dunia ini mampu menghasilkan kesepakatan konkret yang menstabilkan gejolak geopolitik global.
