Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Beijing pada Rabu malam (13/5) menggunakan Air Force One — dan ia tidak datang sendirian. Mendampinginya adalah 17 eksekutif puncak dari perusahaan-perusahaan terbesar Amerika, mulai dari raja teknologi Silicon Valley hingga raksasa Wall Street. Gabungan kekayaan bersih mereka mendekati US$1 triliun, menjadikan rombongan ini salah satu delegasi bisnis paling bernilai dalam sejarah kunjungan diplomatik AS.
Trump sendiri mengumumkan nama-nama eksekutif itu lewat media sosial pada Selasa malam, menyebut mereka sebagai “orang-orang jenius” yang akan membantunya mendorong China membuka pasar lebih lebar bagi perusahaan-perusahaan Amerika. Kehadiran mereka bukan sekadar simbolis — masing-masing membawa agenda bisnis konkret yang ingin diselesaikan langsung di Beijing.
“Saya akan meminta Xi Jinping untuk ‘membuka’ China agar orang-orang brilian ini bisa bekerja dan membantu rakyat China dan AS sama-sama sejahtera.”— Donald Trump, di media sosial sebelum berangkat ke Beijing
Kehadiran para pemimpin bisnis ini mencerminkan betapa dalam ketergantungan industri Amerika pada pasar China — meski perang dagang bertahun-tahun terus membayangi hubungan kedua negara. Bagi banyak dari mereka, China adalah sekaligus pabrik terbesar, konsumen terbesar, dan rival paling formidabel.
Tiga Nama Paling Bersinar
Dari seluruh delegasi, tiga nama menyedot perhatian paling besar. Pertama adalah Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX sekaligus orang terkaya di dunia dengan kekayaan sekitar US$688 miliar. Tesla sangat bergantung pada China, baik untuk produksi di Gigafactory Shanghai maupun penjualan di pasar kendaraan listrik yang paling kompetitif di dunia. Musk terlihat hadir langsung di upacara penyambutan di Bandara Ibu Kota Beijing.
Kedua adalah Jensen Huang, CEO Nvidia, yang bergabung secara mendadak saat Air Force One transit mengisi bahan bakar di Alaska. Kekayaan bersih Huang mencapai sekitar US$183 miliar. Nvidia sedang berupaya keras menjual chip kecerdasan buatan ke China di tengah pembatasan ekspor ketat dari pemerintah AS — sebuah persoalan yang berpotensi dibahas langsung dalam pertemuan Trump-Xi.
Ketiga adalah Tim Cook, CEO Apple yang sedang dalam transisi menjadi Executive Chairman. Apple memiliki ketergantungan manufaktur yang sangat dalam pada China, dan Cook dikenal sebagai diplomat ulung yang berhasil menegosiasikan pengecualian tarif di era Trump pertama. Ia kembali ke meja negosiasi untuk mempertahankan posisi strategis Apple di negeri Tirai Bambu itu.
Daftar Lengkap 17 Eksekutif
| No | Nama | Jabatan | Kekayaan | Catatan Singkat |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Elon Musk | CEO — Tesla & SpaceX | ~US$688 miliar | Orang terkaya dunia. Tesla mengandalkan Gigafactory Shanghai. |
| 2 | Jensen Huang | CEO — Nvidia | ~US$183 miliar | Ingin perluas penjualan chip AI ke China. |
| 3 | Tim Cook | CEO (keluar) — Apple | ~US$2,9 miliar | Ahli negosiasi tarif. China tetap tulang punggung rantai pasok. |
| 4 | Stephen Schwarzman | CEO — Blackstone | ~US$47,5 miliar | Raja private equity dengan jaringan luas di Beijing. |
| 5 | Larry Fink | CEO — BlackRock | – | Manajer aset terbesar dunia (AUM > US$10 triliun). |
| 6 | David Solomon | CEO — Goldman Sachs | – | Ingin perluas bisnis perbankan investasi di China. |
| 7 | Jane Fraser | CEO — Citigroup | – | CEO perempuan pertama bank Wall Street tier-1. |
| 8 | Kelly Ortberg | CEO — Boeing | – | Trump dorong pembelian pesawat Boeing oleh China. |
| 9 | Cristiano Amon | CEO — Qualcomm | – | Pemasok chip utama smartphone China. |
| 10 | Sanjay Mehrotra | CEO — Micron Technology | – | Berharap buka kembali akses pasar di China. |
| 11 | Michael Miebach | CEO — Mastercard | – | Ingin dapatkan lisensi pemrosesan kartu di China. |
| 12 | Ryan McInerney | CEO — Visa | – | Ingin perluas akses ke sistem pembayaran China. |
| 13 | H. Lawrence Culp Jr. | CEO — GE Aerospace | – | Memasok mesin jet ke maskapai China. |
| 14 | Brian Sikes | CEO — Cargill | – | Penghubung utama ekspor produk pertanian AS ke China. |
| 15 | Jim Anderson | CEO — Coherent | – | Komponen optik dan laser untuk manufaktur canggih. |
| 16 | Jacob Thaysen | CEO — Illumina | – | Pemimpin global sequencing DNA. |
| 17 | Dina Powell McCormick | Presiden & Wk. Ketua — Meta | – | Upaya membuka akses Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp) ke China. |
Yang Absen: Perusahaan Minyak, Google, dan Cisco
Tidak kalah menarik adalah nama-nama yang absen dari daftar. Tidak ada satu pun pemimpin perusahaan minyak dan gas besar yang hadir dalam delegasi — padahal perang AS-Israel melawan Iran dan krisis Selat Hormuz menjadi salah satu agenda utama pertemuan Trump-Xi. Absennya sektor energi dinilai pengamat sebagai sinyal sensitif di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Chuck Robbins dari Cisco diundang namun tidak bisa hadir karena jadwal laporan keuangan perusahaan bertabrakan dengan tanggal kunjungan. Sementara Google (Alphabet), Amazon, dan Disney — yang semuanya memiliki kepentingan besar di China — tidak tercantum dalam daftar resmi yang dirilis Gedung Putih.
Pada akhirnya, rombongan ini mengirimkan pesan yang sangat jelas: meski perang dagang mengalami pasang surut dan ketegangan geopolitik terus membara, bisnis antara AS dan China terlalu besar untuk berhenti. Dengan hampir US$1 triliun kekayaan hadir di satu ruangan bersama dua pemimpin terkuat dunia, taruhan di Beijing kali ini benar-benar bukan main.
