NasionalNanik S. Deyang Langsung Tancap Gas: 4 Gebrakan Besar Kepala BGN Baru...

Nanik S. Deyang Langsung Tancap Gas: 4 Gebrakan Besar Kepala BGN Baru untuk Selamatkan Program MBG

Nanik mengumumkan empat langkah utama yang disiapkan BGN untuk memperbaiki pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Baru beberapa hari memimpin Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang langsung menunjukkan gerak cepat. Dalam konferensi pers di gedung BGN, Jakarta, Kamis (4/6), Nanik mengumumkan empat langkah utama yang disiapkan BGN untuk memperbaiki pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan fokus utama pada efisiensi anggaran.

Nanik resmi menjabat sebagai Kepala BGN mulai 2 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana. Ia didampingi dua wakil baru, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Kepala BGN yang membidangi Komunikasi Publik dan Investigasi, sehingga sudah sangat mengenal seluk-beluk lembaga ini.

Kariernya dimulai sebagai jurnalis, lalu merambah ke berbagai posisi di dunia korporasi dan pemerintahan.

Gebrakan 1: Kuantitas Dikesampingkan, Kualitas Diutamakan

Kebijakan pertama adalah menggeser fokus program dari kuantitas menuju kualitas. Nanik mengungkapkan pihaknya telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa target penerima MBG pada 2026 kemungkinan tidak akan mencapai 82,9 juta orang seperti yang direncanakan sebelumnya.

“Kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini mohon bapak kami tidak mengejar kuantitas, kami akan perbaiki kualitas, sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta,” ujarnya.

Gebrakan 2: Moratorium Dapur MBG Baru

Kebijakan kedua adalah menghentikan sementara penambahan dapur MBG atau SPPG baru. BGN akan lebih dulu membenahi ribuan dapur yang telah beroperasi agar memenuhi standar keamanan pangan dan kualitas pelayanan.

Perbaikan mencakup sarana dapur, sistem operasional, hingga peningkatan kapasitas SDM. Bagi dapur yang tidak memenuhi standar, BGN tidak segan menghentikan sementara operasionalnya.

Gebrakan 3: Anggaran Difokuskan ke Daerah 3T dan Kelompok Rentan

BGN akan mengevaluasi pemberian MBG di sekolah-sekolah elite, dan mengalihkan anggaran ke daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) serta kelompok 3B, ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.

Gebrakan 4: Efisiensi Anggaran Menyeluruh

“Kami concern hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran. Kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran,” kata Nanik.

Langkah ini diambil di tengah tekanan pasca terungkapnya dugaan korupsi kepemimpinan sebelumnya yang menyeret anggaran MBG senilai ratusan triliun rupiah.

Nanik S. Deyang langsung membuat gebrakan usai resmi menjabat sebagai Kepala BGN, mengubah strategi hingga fokus program MBG secara menyeluruh.

Publik dan para pengamat gizi kini menantikan apakah perubahan arah kebijakan ini mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap program andalan pemerintahan Presiden Prabowo tersebut.

Populer