Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Aceh yang berlaku mulai 3 hingga 5 Juni 2026.
Sejumlah kabupaten/kota diimbau mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.
BMKG menyebut beberapa kondisi atmosfer menjadi pemicu utama peningkatan curah hujan di Aceh saat ini. Aktifnya gelombang rossby ekuatorial serta adanya daerah belokan angin di wilayah Aceh turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Di samping itu, suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat Sumatera berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer, yang pada akhirnya mempercepat pembentukan awan hujan.
Wilayah Terdampak
Pada 3 Juni 2026, potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang diprakirakan terjadi di Aceh Jaya, Aceh Besar, Sabang, Banda Aceh, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Pidie. Sementara potensi angin kencang secara khusus juga berpotensi melanda Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang.
Memasuki 4 Juni 2026, wilayah berpotensi hujan lebat meliputi Aceh Timur, Aceh Jaya, Aceh Besar, Sabang, dan Pidie. Angin kencang diprakirakan berpotensi terjadi di Aceh Besar dan Aceh Tenggara.
Pada 5 Juni 2026, potensi hujan sedang hingga lebat masih mencakup Aceh Besar, Sabang, Aceh Jaya, dan Pidie, dengan Aceh Besar tetap berpotensi mengalami angin kencang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari. Kondisi ini dipicu oleh pemanasan intens yang berlangsung pada siang hari.
Masyarakat juga diminta selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang berpotensi disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor.

