NasionalNanik S. Deyang Resmi Jadi Kepala BGN, Warganet X Kembali Ungkit Kasus...

Nanik S. Deyang Resmi Jadi Kepala BGN, Warganet X Kembali Ungkit Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Nama Ratna Sarumpaet pun ikut trending, seiring warganet yang ramai-ramai menggali kembali kasus hoaks penganiayaan yang sempat mengguncang jagat politik Indonesia pada 2018 silam

Penunjukan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru langsung memicu gejolak di media sosial X.

Nama Ratna Sarumpaet pun ikut trending, seiring warganet yang ramai-ramai menggali kembali kasus hoaks penganiayaan yang sempat mengguncang jagat politik Indonesia pada 2018 silam, kasus yang turut menyeret nama Nanik di dalamnya.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengangkat Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN, menggantikan Dadan Hindayana yang diberhentikan.

Pengumuman disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Ruang Sidang Kabinet, Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026) malam.

Pergantian ini disebut sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah, khususnya setelah Prabowo mengevaluasi kinerja BGN selama satu setengah tahun sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) bergulir.

Siapa Nanik S. Deyang?

Nanik S. Deyang lahir pada 3 Januari 1968 di Madiun, Jawa Timur. Ia memulai karier profesional sebagai wartawan, kemudian meniti jalan sebagai politisi yang dekat dengan lingkaran Prabowo Subianto.

Namanya mulai dikenal secara nasional saat menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto–Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BGN, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi sejak September 2025.

Selama menjabat posisi tersebut, ia rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah untuk memastikan standar operasional program MBG berjalan sesuai ketentuan.

Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Kembali Disorot

Pengangkatan Nanik membuka kembali luka lama di ingatan publik. Di luar kiprahnya sebagai jurnalis dan pejabat publik, nama Nanik pernah menjadi sorotan saat kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet mencuat pada 2018.

Saat itu, baik Nanik maupun Ratna sama-sama masuk dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Nanik yang menemani Prabowo bertemu dengan Ratna di Bogor melihat wajah Ratna yang bengkak-bengkak dan menggunakan perban.

Ratna kemudian mengaku kepada Prabowo, Nanik, dan sejumlah tim pemenangan bahwa dirinya dikeroyok dan dipukuli di Bandung.

Tim pemenangan kemudian melaporkan hal tersebut ke sejumlah instansi yang berwenang, dan berita tersebut viral di media sosial serta membuat heboh seluruh Indonesia.

Namun setelah dilakukan penyelidikan, bengkak-bengkak di wajah Ratna bukan karena dipukuli, melainkan akibat operasi pengangkatan lemak di pipi.

Dalam proses penyelidikan kasus tersebut, Nanik sempat dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Ketegangan antara keduanya pun berlanjut hingga ke persidangan. Ratna Sarumpaet mengaku kesal akan kesaksian Nanik dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ratna jengkel ketika Nanik mengaku telah meminta izin untuk memotret dan mengunggah fotonya dalam kondisi muka lebam ke laman Facebook, sesuatu yang dibantah keras oleh Ratna.

“Dia memberikan kesaksian yang totally bohong mengenai penyebaran Facebook, penyebaran Twitter. Katanya saya ngasih izin, padahal nggak,” kata Ratna kala itu.

Warganet Ramai Bereaksi

Pascapengumuman penunjukan Nanik, nama Ratna Sarumpaet kembali trending di platform X. Warganet berbondong-bondong menggali arsip berita lama, video persidangan, hingga potongan wawancara terkait drama hoaks 2018 tersebut.

Sebagian warganet mempertanyakan rekam jejak Nanik dalam kasus itu, sementara sebagian lainnya menilai pengangkatannya sebagai bentuk kepercayaan Presiden Prabowo kepada loyalis lamanya.

Dalam kasus hoaks tersebut, Nanik disebut berperan dalam menyampaikan informasi yang kemudian terbukti tidak benar kepada Prabowo Subianto.

Meski demikian, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN merupakan pilihan yang tepat, mengingat kinerjanya yang dinilai baik selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Kini, dengan jabatan barunya, Nanik S. Deyang menghadapi tantangan ganda: membenahi tata kelola BGN dari dalam, sekaligus menjawab sorotan publik atas masa lalunya yang kembali menjadi perbincangan hangat di ruang digital.

Populer