Gaya HidupMayoritas Orang Indonesia Belum Pernah ke Luar Negeri, Ini Faktanya

Mayoritas Orang Indonesia Belum Pernah ke Luar Negeri, Ini Faktanya

Sebuah survei yang dilakukan Pew Research Center pada 2023 menempatkan Indonesia dalam kelompok negara dengan tingkat perjalanan internasional paling rendah di dunia, bersama India dan Nigeria.

Survei global mengungkap fakta mengejutkan: Indonesia masuk kategori negara dengan tingkat perjalanan internasional terendah di dunia. Namun di balik angka itu, tersimpan cerita tentang kekayaan wisata domestik yang luar biasa dan harapan generasi baru.

Bagi sebagian besar orang Indonesia, perjalanan ke luar negeri masih menjadi sesuatu yang jauh dari jangkauan. Sebuah survei yang dilakukan Pew Research Center pada 2023 menempatkan Indonesia dalam kelompok negara dengan tingkat perjalanan internasional paling rendah di dunia, bersama India dan Nigeria.

Survei yang mencakup 24 negara ini dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap warga dewasa di Indonesia dan menghasilkan gambaran yang cukup mengejutkan banyak kalangan.

Hanya Sebagian Kecil yang Pernah ke Luar Negeri

Riset Pew Research Center mengelompokkan Indonesia, India, dan Nigeria sebagai “low-travel nations” negara-negara di mana sebagian besar penduduknya belum pernah keluar dari batas negaranya.

Berbeda dengan negara-negara berpenghasilan tinggi seperti Swedia dan Belanda yang lebih dari separuh penduduknya sudah mengunjungi 10 negara atau lebih, Indonesia berada di ujung yang berlawanan.

Angka ini sejalan dengan rendahnya kepemilikan paspor di Indonesia. Dari sekitar 285 juta penduduk, hanya sekitar 3 persen yang memiliki paspor aktif, salah satu rasio terendah di dunia.

Artinya, secara absolut, hanya sekitar 8 hingga 9 juta warga Indonesia yang secara administratif “siap” untuk bepergian ke luar negeri.

Adapun survei lain dari Business Traveler menemukan bahwa di kelompok usia 18-24 tahun, Indonesia termasuk tiga besar negara dengan proporsi anak muda yang belum pernah bepergian ke luar negeri, bersama China dan Vietnam.

Mengapa Begitu Banyak yang Belum Pernah ke Luar Negeri?

Ada sejumlah faktor struktural yang menjelaskan kondisi ini.

Faktor ekonomi menjadi hambatan utama. Pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia masih berada di kisaran 5.000 dollar AS, jauh di bawah rata-rata negara-negara dengan tingkat perjalanan internasional tinggi. Ditambah nilai tukar rupiah yang relatif lemah terhadap dolar dan euro, biaya perjalanan ke luar negeri bisa menjadi sangat besar bagi kebanyakan keluarga kelas menengah ke bawah.

Keterbatasan visa juga menjadi tembok tersendiri. Paspor Indonesia memberikan akses bebas visa ke sekitar 74 negara, jauh lebih sedikit dibanding paspor Eropa atau Amerika yang bisa masuk ke lebih dari 180 negara tanpa visa.

Untuk banyak destinasi populer seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Australia, warga Indonesia masih harus melalui proses pengajuan visa yang tidak murah dan tidak selalu disetujui.

Kasus penolakan visa bukan hal yang langka, bahkan dengan tiket pesawat dan hotel yang sudah dipesan pun, visa bisa saja ditolak.

Kurangnya kebutuhan dan dorongan juga menjadi faktor. Banyak warga Indonesia, terutama di luar kota-kota besar, merasa tidak membutuhkan perjalanan ke luar negeri karena kebutuhan wisata mereka sudah terpenuhi di dalam negeri.

Destinasi Domestik yang Tak Ada Habisnya

Di sinilah Indonesia memiliki keunggulan unik yang tak dimiliki banyak negara. Dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menawarkan keanekaragaman destinasi wisata yang bahkan sulit dijelajahi seumur hidup.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rekor mengejutkan: sepanjang 2024, warga Indonesia melakukan 1,02 miliar perjalanan wisata domestik, naik 21,61 persen dibanding tahun sebelumnya, dan merupakan angka tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Bahkan lebih tinggi dari angka pra-pandemi pada 2019 yang hanya mencapai 722 juta perjalanan.

Jawa menjadi pulau paling banyak dikunjungi dengan proporsi hampir 70 persen dari total perjalanan domestik. Bali tetap menjadi magnet wisata utama, menarik lebih dari 6,3 juta wisatawan mancanegara sekaligus jutaan wisatawan lokal sepanjang 2024. Dari Raja Ampat di Papua Barat hingga Danau Toba di Sumatera Utara, dari Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur hingga Bromo di Jawa Timur.

Indonesia menyimpan kekayaan alam dan budaya yang menjadi kebanggaan sekaligus “pengganti” perjalanan ke luar negeri bagi banyak warganya.

Tanda-tanda Perubahan: 8,9 Juta Perjalanan ke Luar Negeri

Meski mayoritas belum pernah ke luar negeri, angka perjalanan internasional warga Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

BPS mencatat 8,9 juta perjalanan ke luar negeri sepanjang 2024, naik 18,99 persen dibanding 2023 dan merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Tujuan favorit warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri masih didominasi negara-negara tetangga: Malaysia (28,29 persen), Arab Saudi (16,99 persen, mayoritas untuk haji dan umrah), dan Singapura (13,86 persen). Destinasi lainnya termasuk Thailand, China, Jepang, Kamboja, dan Australia.

Tren ini menunjukkan bahwa seiring meningkatnya pendapatan kelas menengah Indonesia, lebih banyak orang yang mulai merasakan pengalaman bepergian ke luar negeri, meski angkanya masih sangat kecil dibanding total populasi.

Respons Publik: Antara Ironi dan Kebanggaan

Fakta ini memicu diskusi luas di media sosial. Banyak warganet yang mengungkapkan rasa iri melihat pejabat atau pemimpin negara yang kerap melakukan kunjungan ke berbagai negara dengan biaya negara, sementara sebagian besar rakyat biasa belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di luar negeri.

Namun tidak sedikit pula yang merespons dengan kebanggaan. Sebagian warganet mengingatkan bahwa Indonesia sendiri adalah negara yang begitu kaya akan destinasi wisata, sehingga “ke luar negeri” bukan menjadi keharusan. “Belum ke luar negeri bukan berarti tertinggal, banyak sudut Indonesia yang belum kita jelajahi,” tulis salah satu warganet yang komentarnya banyak mendapat respons positif.

Para pengamat ekonomi dan pariwisata menilai bahwa tren perjalanan internasional Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perluasan kelas menengah.

Namun tanpa perbaikan pada kekuatan paspor Indonesia dan kemudahan akses visa ke berbagai negara, hambatan struktural akan terus membatasi laju pertumbuhan tersebut.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia terus mendorong pariwisata domestik sebagai tulang punggung industri wisata nasional. Target 1,08 miliar perjalanan domestik pada 2025 diyakini bisa tercapai.

Dengan kekayaan alam serta budaya yang dimiliki, Indonesia memiliki alasan kuat untuk bangga, meskipun sebagian besar warganya belum pernah melihat dunia di luar perbatasannya sendiri.

Populer

Piala Dunia 2026
Temukan berita terbaru, jadwal pertandingan, hingga fakta menarik lainnya.
  • 3 Negara
  • 48 Peserta
  • 104 Pertandingan
  • 16 Kota Tuan Rumah

Argentina Umumkan Skuad 26 Pemain untuk Piala Dunia 2026, Messi Tampil untuk Keenam Kalinya

Pelatih kepala Lionel Scaloni resmi mengumumkan daftar 26 pemain...

Jadwal Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2026: Dari Laga Pembuka Hingga Final

FIFA resmi mengumumkan jadwal lengkap pertandingan Piala Dunia 2026...

Portugal Umumkan Skuad 27+1 untuk Piala Dunia 2026, Ronaldo Cetak Rekor, Jota Jadi Simbol Abadi

Pelatih timnas Portugal, Roberto Martínez, secara resmi mengumumkan daftar...

Deretan Penyanyi dan Artis Dunia yang Tampil di Piala Dunia 2026

Piala Dunia FIFA 2026 bukan sekadar pesta sepak bola....