Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung serangkaian agenda besar penguatan ketahanan pangan nasional di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu siang. Dalam satu rangkaian acara, Presiden meresmikan panen raya jagung periode kuartal II tahun 2026 di lahan perkebunan binaan Polri, sekaligus mengawali pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri dan meluncurkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di berbagai daerah.
Tidak sekadar menyaksikan dari kejauhan, Presiden Prabowo turun langsung ke area panen dan mengendarai sendiri kendaraan traktor jenis combine corn harvester untuk memanen jagung bersama para petani, sebuah momen yang menarik perhatian peserta dan masyarakat yang hadir.
Presiden juga menyaksikan berbagai inovasi yang diterapkan Polri dalam mengelola lahan perkebunan jagung, di antaranya penggunaan pupuk berbahan batu bara, penggunaan benih jagung hibrida, serta pengolahan bonggol jagung menjadi briket.
Skala Panen yang Masif
Dalam panen raya kuartal II/2026 ini, ada 36 kepolisian daerah yang terlibat dengan total luas lahan binaan mencapai 189.760,36 hektare. Dari jumlah itu, sebanyak 1.608,76 hektare melakukan panen serentak pada hari ini, dengan potensi hasil panen keseluruhan mencapai 1,23 juta ton.
Wilayah Kepolisian Daerah Jawa Timur menjadi daerah dengan cakupan panen terbesar, dengan lahan panen hari ini seluas 650,56 hektare dan total lahan kuartal II/2026 mencapai 43.201,82 hektare.
Tak hanya untuk kebutuhan domestik, sebanyak 100 ton jagung hasil panen akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi-Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sementara di Kabupaten Tuban sendiri, panen dilakukan di lahan seluas 101,5 hektare yang merupakan lahan perhutanan sosial dari empat kelompok pengelola, dengan potensi hasil panen 609 ton yang seluruhnya akan dikirimkan ke Bulog.
Capaian ini melanjutkan tren positif dari tahun sebelumnya, yaitu program panen jagung Polri pada 2025 yang berhasil mencapai 3,9 juta ton sebagai bagian dari dukungan terhadap target swasembada pangan nasional.
Selain panen raya, Presiden juga meresmikan pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton. Gudang-gudang tersebut akan tersebar di Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan (dua unit), Bengkulu, Banten, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara (dua unit), dan Maluku Utara.
Sebelumnya, telah dibangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 polda, sehingga penambahan 10 gudang baru ini diharapkan semakin memperkuat ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan nasional.
Polri juga memastikan kesiapan operasional 166 SPPG yang diresmikan secara serentak dari Tuban. Peresmian ini menjadi bagian dari percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional.
Hingga 13 Mei 2026, Satgas MBG Polri mencatat telah mengembangkan 1.376 SPPG di berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, 736 unit sudah beroperasi dan melayani sekitar 1,84 juta penerima manfaat, sekaligus menyerap hampir 36.800 tenaga kerja.
Polri juga menegaskan seluruh operasional SPPG menerapkan standar keamanan pangan yang ketat, mulai dari proses produksi hingga distribusi, termasuk sertifikasi higiene sanitasi, keamanan pangan, dan halal, serta memanfaatkan compressed natural gas (CNG) yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 ini diharapkan menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, Polri, petani, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional — sejalan dengan visi Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
