Presiden ke-7 RI Joko Widodo menjadwalkan perjalanan keliling Indonesia mulai Juni 2026 untuk menyapa masyarakat setelah kondisi kesehatannya pulih hampir seratus persen.
Jokowi mengungkapkan rencana itu saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Senin 25 Mei 2026, usai kembali dari Jakarta. “Ya ini kan saya banyak undangan dari daerah-daerah untuk hadir, dari masyarakat. Saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada,” ujarnya sembari tersenyum.
Sejumlah wilayah yang menjadi tujuan awal perjalanannya adalah Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat.
Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, membenarkan rencana tersebut. “Pak Jokowi menyampaikan beberapa hal kepada relawannya. Yang pertama kesehatannya sudah pulih 99 persen, dan rencananya bulan depan, beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat,” kata Freddy.
Tiga Tujuan di Balik Safari
Meski Jokowi menyebut kunjungannya semata untuk memenuhi undangan masyarakat, berbagai pihak menilai ada sejumlah agenda yang dibawa sekaligus dalam safari tersebut.
1. Silaturahmi dan Kedekatan Emosional
Sekjen Projo Freddy Damanik menyebut agenda besar Jokowi dalam perjalanan ini adalah menjaga kedekatan emosional dengan masyarakat. “Agenda besarnya, visi besarnya tentu kontinuitas emosional, kedekatan emosional kepada rakyat,” katanya.
2. Konsolidasi dan Penguatan PSI
Jokowi tidak menampik bahwa dalam sejumlah kunjungan nantinya ia akan bertemu kader Partai Solidaritas Indonesia di daerah serta para relawan pendukungnya. Ia menyebut kehadirannya merupakan silaturahmi. “Dan itu juga untuk memberikan motivasi dan juga ketemu dengan PSI di daerah. Terus juga ketemu dengan relawan di daerah,” katanya.
Komitmen Jokowi untuk PSI sebelumnya sudah ditegaskan secara terang-terangan dalam Rakernas PSI di Makassar awal tahun ini. “Saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI,” ujar Jokowi saat itu. Ia bahkan menyatakan kesiapannya menyisir 514 kabupaten/kota dan sekitar 7.000 kecamatan di seluruh Indonesia.
3. Menjaga Pengaruh Politik Menjelang 2029
Salah satu tujuan politik Jokowi berkeliling Indonesia diduga untuk menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki basis massa yang kuat di berbagai daerah. Selain itu, Jokowi juga dinilai ingin mendongkrak elektabilitas PSI agar mampu memperoleh hasil lebih baik pada Pemilihan Legislatif mendatang, agar PSI bisa masuk ke Senayan.
Peningkatan posisi PSI juga dinilai penting untuk memperkuat bargaining politik menjelang Pemilihan Presiden 2029, termasuk terkait peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada periode berikutnya.
Namun Jokowi tidak menjawab tegas saat ditanya kaitan agenda kelilingnya dengan PSI dan posisi putranya menjelang Pemilu 2029. Ia kembali menegaskan kegiatannya hanya untuk memenuhi undangan. “Ya, karena ada undangan dari daerah,” ucapnya singkat.
Tanggapan Partai Politik
Rencana safari Jokowi langsung menuai beragam respons dari berbagai partai.
Politikus PDI-P Hendrawan Supratikno memandang perjalanan Jokowi keliling Indonesia kali ini akan dipahami sebagai bagian dari konsolidasi partai dan upaya persiapan berebut suara. Ia juga mengingatkan bahwa pengaruh seorang tokoh akan mengalami pergeseran seiring meningkatnya literasi politik masyarakat setelah masa jabatan berakhir.
Pengamat politik Jamiluddin menilai perjalanan Jokowi keliling Indonesia tidak akan semudah saat masih menjabat presiden. “Jokowi saat ini bukan lagi menjadi patron, tapi justru sosok yang penuh kontroversial,” kata Jamiluddin. Ia menilai sebagian pendukung fanatik Jokowi mulai kecewa selama masa pemerintahannya, sehingga dukungan politik tidak lagi solid.
Di sisi lain, relawan Prabowo-Gibran memandang langkah Jokowi turun ke daerah bisa memberi pencerahan kepada masyarakat mengenai kinerja pemerintah saat ini.
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai rencana Jokowi keliling Indonesia pasti memiliki nuansa politik. “Kalau bicara politik atau tidak, ya pasti, karena Pak Jokowi adalah manusia politik,” ujarnya.
Namun ia juga mengakui ada dimensi sosial dalam agenda tersebut, yakni keinginan Jokowi menyapa masyarakat yang selama masa pemulihannya hanya bisa menemuinya di kediaman.
Safari keliling Indonesia Jokowi dijadwalkan dimulai Juni 2026. Publik kini menanti apakah kunjungan ini sekadar silaturahmi seperti yang diklaim, atau menjadi manuver politik yang lebih terstruktur menjelang kontestasi 2029.
