Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali tertekan pada perdagangan Sabtu (16/5/2026). Logam mulia andalan investor ini turun Rp50.000 menjadi Rp2.769.000 per gram, melanjutkan pelemahan dari hari sebelumnya. Dalam dua hari berturut-turut, harga emas Antam sudah tergerus total Rp70.000 per gram.
Harga buyback atau pembelian kembali pun ikut melemah, turun Rp60.000 menjadi Rp2.576.000 per gram. Artinya, selisih antara harga beli dan harga jual kembali kini mencapai Rp193.000 per gram.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini (16 Mei 2026)
Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, berikut harga emas Antam per ukuran:
| Ukuran | Harga Jual |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.434.500 |
| 1 gram | Rp2.769.000 |
| 2 gram | Rp5.488.000 |
| 3 gram | Rp8.214.000 |
| 5 gram | Rp13.660.000 |
Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar.
Harga di Pegadaian Juga Kompak Turun
Penurunan serupa terjadi di gerai Pegadaian. Untuk ukuran 1 gram, harga emas Antam dibanderol Rp2.918.000, emas Galeri 24 Rp2.794.000, dan emas UBS Rp2.807.000 — semuanya turun dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan harga emas domestik sejalan dengan kondisi pasar internasional. Harga emas spot global turun 0,4 persen menjadi USD4.669,48 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni melemah ke level USD4.685,30 per ons.
Penguatan indeks dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Lonjakan harga energi akibat ketegangan di Selat Hormuz turut memicu kekhawatiran inflasi yang berkepanjangan dan membayangi prospek pemotongan suku bunga The Fed.
“Ada risiko penurunan signifikan pada harga emas jika konflik Timur Tengah ini tidak segera mereda,” ujar Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities.
Pasar kini sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan pemotongan suku bunga The Fed tahun ini, bahkan sejumlah pelaku pasar mulai memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember mendatang.
Masih Jauh dari Rekor Tertinggi
Harga emas Antam saat ini masih jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang sejarah yang dicapai pada 29 Januari 2026, yakni Rp3.168.000 per gram. Artinya, dari puncaknya, harga emas sudah terkoreksi sekitar Rp399.000 per gram atau sekitar 12,6 persen.
Meski demikian, bagi investor jangka panjang, emas tetap mencatat keuntungan signifikan. Investor yang membeli emas pada Mei 2025 di harga Rp1.866.000 per gram masih meraih keuntungan lebih dari 48 persen hingga saat ini.
Para analis mengingatkan, dengan selisih harga beli dan buyback yang cukup lebar, emas lebih cocok dijadikan instrumen investasi jangka panjang ketimbang spekulasi jangka pendek. Investor disarankan untuk tidak panik menghadapi koreksi jangka pendek dan tetap mempertimbangkan tujuan investasi sebelum mengambil keputusan.
