Jose Mourinho kini berdiri di ambang pintu Santiago Bernabeu untuk kedua kalinya. Pelatih berusia 63 tahun asal Portugal itu dikabarkan telah memasuki tahap akhir negosiasi dengan manajemen Real Madrid, menjadikannya kandidat tunggal untuk kursi pelatih kepala Los Blancos musim 2026/27.
Presiden Florentino Perez disebut memulai pendekatan langsung sejak dua hari setelah kepergian Xabi Alonso dari pos pelatih kepala pada awal 2026. Sumber dari dalam klub mengonfirmasi bahwa agen Mourinho dan perwakilan Madrid kini tengah menyelesaikan detail kontrak.
“Masih ada pertandingan melawan Estoril. Mulai Senin, saya baru bisa menjawab semua pertanyaan soal masa depan saya.”— Jose Mourinho, kepada wartawan di Lisbon
Mourinho dengan sengaja menahan jawaban. Ia ingin menuntaskan satu laga terakhir Benfica kontra Estoril Praia pada Sabtu (16/5) dengan tenang, tanpa kegaduhan transfer yang merusak konsentrasi tim. “Saya tidak mau diskorsing. Tenang. Tinggal satu minggu,” ujarnya singkat.
Jika resmi ditunjuk, The Special One diperkirakan langsung melakukan pembersihan besar. Sumber di Cadena Cope menyebutkan, Mourinho mensyaratkan kendali penuh atas skuad dan dinamika ruang ganti — sebuah syarat yang sejalan dengan diagnosisnya bahwa masalah utama Madrid adalah terlalu banyak “suara” di sekitar pemain. Sembilan nama dikabarkan masuk daftar pemain yang akan dilepas.
Madrid membutuhkan terobosan. Dua musim berturut-turut tanpa trofi, kekalahan dari Benfica di Liga Champions, dan isu keretakan ruang ganti membuat Florentino Perez terpaksa melirik nama lawas. Mantan pemain Chelsea Eden Hazard membuka suara: “Biarkan nanti Mourinho bekerja, andai dia jadi datang. Rekam jejaknya berbicara sendiri.”
Di luar Spanyol, persaingan memperebutkan tanda tangan Mourinho pun memanas. Aston Villa dan Chelsea disebut memantau situasinya dari jauh. Mantan pemain Chelsea Joe Cole secara terang-terangan menyatakan, “Langkah terbaik dan paling realistis yang bisa dilakukan Chelsea saat ini adalah mendatangi Mourinho.” Namun kecintaan Mourinho pada atmosfer sepak bola Inggris, menurut para analis, belum cukup mengalahkan daya tarik nama besar Real Madrid.
