OlahragaBola10 Tahun Bersama, Pep Guardiola Tinggalkan Man City dengan 20 Trofi

10 Tahun Bersama, Pep Guardiola Tinggalkan Man City dengan 20 Trofi

Guardiola bergabung dengan City pada Juli 2016, meninggalkan klub dengan koleksi 20 trofi major, menjadikannya manajer paling sukses dalam sejarah Manchester City.

Sebuah era berakhir di Etihad Stadium. Pep Guardiola resmi meninggalkan kursi manajer Manchester City usai satu dekade penuh kejayaan yang mengubah wajah sepak bola Inggris selamanya.

Guardiola, yang bergabung dengan City pada Juli 2016, meninggalkan klub dengan koleksi 20 trofi major, menjadikannya manajer paling sukses dalam sejarah Manchester City.

Perjalanan Satu Dekade yang Tak Tertandingi

Selama 10 musim bersejarah, Guardiola mengubah Manchester City menjadi mesin trofi sejati, meraih enam gelar Premier League — termasuk kampanye bersejarah 100 poin ‘Centurions’ dan domestic quadruple, serta puncak tertingginya: treble Eropa 2022/23.

Guardiola juga membawa City meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub pada 2022–23, mengalahkan Inter Milan 1–0 di partai final. Pencapaian itu melengkapi treble bersejarah, menjadikan City hanya tim Inggris kedua yang pernah mencapai prestasi tersebut.

Daftar Trofi Bersama Manchester City

Selama bersama City, Guardiola mengoleksi trofi-trofi bergengsi antara lain:

  • Premier League (2017/18, 2018/19, 2020/21, 2021/22, 2022/23, 2023/24)
  • Liga Champions (2022/23)
  • FA Cup (2018/19, 2022/23, 2025/26)
  • Carabao Cup/EFL Cup (2017/18, 2018/19, 2019/20, 2020/21, 2025/26)
  • FIFA Club World Cup (2023)
  • UEFA Super Cup (2023/24)
  • Community Shield (2018/19, 2019/20, 2024/25)

Musim Terakhir yang Manis

Guardiola menutup babnya di Etihad dengan manis. City mengangkat trofi FA Cup musim ini setelah mengalahkan Chelsea di partai final, sekaligus juga meraih Carabao Cup usai menundukkan Arsenal di Wembley, gelar Carabao Cup kelima bagi sang manajer.

Atas pencapaian luar biasanya, Guardiola telah dinobatkan sebagai Manajer Terbaik Premier League sebanyak lima kali dan meraih penghargaan Manajer Terbaik versi LMA sebanyak tiga kali. Pengaruh gaya bermainnya pun terasa di seluruh piramida sepak bola Inggris.

Pada musim panas 2025, Guardiola bahkan dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh Universitas Manchester di upacara bersejarah di Whitworth Hall, sebagai pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa bagi kota Manchester.

Selamat Tinggal, tapi Tidak Benar-benar Pergi

Meski meninggalkan kursi manajer, Guardiola tidak benar-benar memutus hubungannya dengan Manchester City. Ia akan melanjutkan perannya sebagai Duta Global City Football Group, memberikan saran teknis kepada klub-klub dalam grup serta terlibat dalam proyek dan kolaborasi khusus.

Dalam pidato perpisahannya yang mengharukan, Guardiola berkata: “Ingat, ketika saya kehilangan ibu saya di masa COVID dan merasakan klub ini menopang saya. Para fans, para staf, warga Manchester — kalian memberi saya kekuatan saat saya paling membutuhkannya.”

Sepuluh tahun. Dua puluh trofi. Satu legenda. Terima kasih, Pep.

Populer